Halaman Kosong
Apa Yang Hendak Diceritakan Hujan Malam Ini?
Apakah Hujan Mengunjungimu Malam Ini?
Malam ini hujan kembali mengunjungiku, kunjungan kesekian puluh.
Tak pasti hujan mengunjungiku (benar-benar berkunjung dan bercakap denganku), terkadang ia hanya lewat di depan halaman, lalu pergi usai menyapa bunga dan rerumputan.
Sesekali hujan menggodaku, mengetuk jendela kamarku, tersenyum, lalu berlalu.
Lain waktu, hujan singgah cukup lama (cukup lama pula ia menunggu di depan pintu). Kami lantas bercerita apa saja, tentang cuaca ataupun cerita perjalanannya dari satu kota ke kota lainnya. Aku tak pernah bosan mendengar ceritanya. Seperti ia yang tak pernah bosan mendengar ceritaku. Tentangmu.
Seperti malam ini, kami asik berbincang hingga jam dua pagi. Kau tahu, aku tadi menceritakan tentang bintang biru dan kupu-kupu biru. Sebelum pergi, aku menitipkan pesan untukmu. (Kau akan tahu pesanku saat ia mengunjungimu)
Apakah hujan mengunjungimu malam ini?
.: Pakualaman – Wirobrajan, 08 April 2011
Sembilan Puluh Sembilan Nama
Sembilan puluh sembilan nama
Tak genap-genap
Oleh ganjil do’a dalam sedekap
Bantul, 29 Januari 2011
