Halaman Kosong

Kita begitu sibuk mencari halaman-halaman kosong, untuk sekedar menuliskan tentang apapun. Tentang ingatan, mungkin juga kenangan, yang sering mencegat kita, tiba-tiba, di tengah jalan.

Atau mungkin hal-hal yang ingin kita lupakan, namun diam-diam kita terus kita simpan di bawah bantal, setiap malam. Berharap mimpi menghentikan kenyataan, yang sering kali teramat menyakitkan. (Atau kita seringkali berharap berhenti bermimpi?)

Kita terus sibuk mencari halaman-halaman kosong - untuk menulis apapun yang ingin kita tuliskan. Llupa bahwa sesekali kita harus membaca kekosongan.


LIRshop, Baciro
15 September 2011

Apa Yang Hendak Diceritakan Hujan Malam Ini?

Hujan bertandang kembali, tepat tiga hari setelah kunjungan terakhirnya. Tiga hari sejak aku menitipkan pesan untukmu.

Entah, malam ini hujan menjadi pendiam. Tak seperti biasanya. Sesekali bergumam, lebih banyak diam, mendinginkan secangkir teh hitam yang kusuduhkan.

Aku, entah mengapa, kali ini tak berani menanyakan apa-apa. Tak pula ada niat sekedar menyakan apakah pesanku sudah diterima olehmu.

Malam ini kami hanya saling menatap diri.

Entah, apa yang hendak diceritakan hujan malam ini.

:sunyi.



.: Wirobrajan, 11 April 2011

Apakah Hujan Mengunjungimu Malam Ini?


Malam ini hujan kembali mengunjungiku, kunjungan kesekian puluh.

Tak pasti hujan mengunjungiku (benar-benar berkunjung dan bercakap denganku), terkadang ia hanya lewat di depan halaman, lalu pergi usai menyapa bunga dan rerumputan.

Sesekali hujan menggodaku, mengetuk jendela kamarku, tersenyum, lalu berlalu.

Lain waktu, hujan singgah cukup lama (cukup lama pula ia menunggu di depan pintu). Kami lantas bercerita apa saja, tentang cuaca ataupun cerita perjalanannya dari satu kota ke kota lainnya. Aku tak pernah bosan mendengar ceritanya. Seperti ia yang tak pernah bosan mendengar ceritaku. Tentangmu.

Seperti malam ini, kami asik berbincang hingga jam dua pagi. Kau tahu, aku tadi menceritakan tentang bintang biru dan kupu-kupu biru. Sebelum pergi, aku menitipkan pesan untukmu. (Kau akan tahu pesanku saat ia mengunjungimu)

Apakah hujan mengunjungimu malam ini?

.: Pakualaman – Wirobrajan, 08 April 2011

Sembilan Puluh Sembilan Nama

Sembilan puluh sembilan nama

Tak genap-genap


Oleh ganjil do’a dalam sedekap


Bantul, 29 Januari 2011